Mengapa Allah Membiarkan Pesawat Lion JT610 Jatuh?

0
998

RENUNGAN KRISTEN

Oleh : Pdt Venny E H Sariowan STh MA MTh

METROklik – Seringkali orang percaya mengalami kebingungan mengenai Allah yang penuh kasih dan penuh kuasa saat  mengalami bencana dan kecelakaan dalam hidupnya. Setiap orang percaya tanpa kecuali sedang bergumul dalam menjawab pertanyaan  “mengapa Allah membiarkan kecelakaan pesawat JT610 dan ada  orang-orang yang percaya yang ikut menjadi korban, bukankah Allah itu baik ?

Bencana Alam dan Kecelakaan adalah hal yang tidak bisa kita prediksikan karena terjadi begitu saja, peristiwa ini bisa terjadi kepada siapa saja secara tiba-tiba, termasuk orang yang sudah percaya  kepada Yesus Kristus. Belum lama peristiwa bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok-NTB dan juga gempa bumi dan tzunami Palu dan Donggala – Sulawesi Tengah yang menelan banyak korban harta dan nyawa terjadi. Kita kembali dikejutkan dengan suatu peristiwa kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610  yang menelan 189 penumpang dalam data manifest.

Kembali kita bertanya kenapa ini terjadi? Hal ini tidak dapat kita pahami: mengapa Allah mengijinkan itu terjadi. Mengapa Allah mengijinkan Gempa Bumi dan tsunami membinasakan lebih dari  563 jiwa (Lombok, Nusa Tenggara Barat) dan 1.763 Jiwa di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah? Dan peristiwa baru-baru ini Mengapa Allah mengijinkan pesawat Lion JT 610 terjadi kecelakaan dan mengakibatkan seluruh penumpang meninggal dunia? Apa yang kita tahu hanyalah … Allah itu baik!

Namun Allah mengizinkannya bukan karena Allah tidak mengasihi kita dan tidak berkuasa meluputkan atau melepaskan kita dari bencana dan kecelakaan, tetapi semuanya ada maksud-maksud Allah yang baik bagi setiap orang yang mengasihi-Nya. Kenapa harus demikian karena kita percaya bahwa dalam Firman-Nya, dijelaskan bahwa Allah itu Maha Adil & Maha Kudus memberi berkat hanya kepada orang baik dan Dia menghukum orang yang berbuat jahat. Kita percaya bahwa tidak ada yang terjadi dalam dunia ini diluar kehendak-Nya, artinya semua yang terjadi adalah bagian dari Rencan-Nya dan Kehendak-Nya.

Sebagai contohnya, kita melihat kehidupan Ayub. Ayub disebut sebagai orang yang Baik (Taat, Setia dan Hidup dalam Kekudusan) dia adalah orang saleh, tetapi apakah dia terluput dari tragedi bencana, kecelakaan dan penderitaan? Alkitab menyebutkan bahwa Ayub mengalaminya.

Mari kita pikirkan, apabila Allah Maha Adil dan Maha Kudus  mengizinkan bencana, kecelakaan dan penderitaan hanya terjadi kepada orang yang berbuat jahat (berdosa), maka dapat kita katakan bahwa Ayub bukan orang yang Baik berarti Ayub adalah orang yang “berdosa” dan Ayub pantas menerima keadilan dan hukuman dari Allah. Namun yang menjadi masalah Alkitab Berkata Ayub orang yang baik dan saleh, takut akan Allah. Jadi kalau Ayub adalah baik dan saleh, tetapi Allah menyebabkan Ayub menderita maka Allah itu “tidak adil dan tidak konsisten”.

Demikian juga ketika kita berpikir, jika Ayub adalah seorang yang baik dan saleh dan Allah tidak bertanggung jawab atas penderitaannya, maka maka Allah tidak berkuasa atas segala sesuatu. Jadi sebagai orang percaya kita harus percaya bahwa tidak ada satu peristiwapun yang terjadi dalam kehidpan orang percaya tanpa ada rancangan yang baik dan untuk kebaikan kita. (Roma 8:28).

Ayub hanyalah salah satu contoh dalam Alkitab yang menggambarkan bahwa orang baik juga mengalami bencana, kecelakaan dan penderitaan.

Beberapa tokoh dalam Alkitab yang disebutkan sebagai orang baik juga mengalaminya. Misalnya; Beberapa Contoh Penderitaan Orang “Baik” dalam Alkitab; Penderitaan Habel- Kejadian 4;  Yakobus 5:11
Penderitaan Yusuf – Kejadian 37: 23-36; 39: 1-41: 14. Penderitaan Paulus – 2 Korintus 11: 22-30; 12: 7-10; dan yang terakhir penderitaan Tuhan Yesus! Filipi 2: 5-9.

Kita harus sadar bahwa menjadi orang Kristen bukan berarti bebas dari bencana, kecelakaan dan penderitaan. Seperti yang dikatakan oleh seorang sastrawan Britania sekaligus theolog C.S Lewis; “Allah tidak menjamin akan kehidupan yang baik secara menyeluruh, tetapi ada jaminan pemeliharaan yang pasti untuk kekekalan yang sempurna.

Sebagai orang Kristen yang percaya kepada Kristus, yang terpenting adalah jaminan pemeliharaan yang kita yakini ada dalam kedaulatan Allah sampai pada kesudahannya kita memperoleh hidup yang kekal.

Pemeliharaan Allah artinya Allah bekerja dengan anugerah dan kebaikan-Nya yang berlimpah yang tiada putusnya, (Mzm 145:9).  Kita juga percaya bawha Allah turut bekerja atas segala sesuatu, termasuk hal-hal “buruk “maupun baik. Roma 8:28; Ayub 2:9-10. Kejadian. 50:19-20.

Dalam kedualatan-Nya Ia menopang  ciptaan-Nya dalam keadaan teratur (Kisah Para Rasul 17:28; Kol 1:17; Ibrani 1:3), bukan hanya itu, Ia juga memimpin dan memerintah atas segala peristiwa yang terjadi dalam seluruh kehidpan manusia ( Mazmur 107; Ayub 1:12; 2:6; Kejadian 45:5-8). Allah yang Maha Kuasa mengarahkan segala sesuatu kepada tujuan yang telah ditetapkan demi kemuliaan-Nya sendiri (Efesus 1:9-12).

Dengan demikian kita percaya pada tiga aspek peliharaan Allah, yaitu; Ia mencegah.  (Kej 20:6; 1 Kor 10:13 ) Ia mengizinkan (Hosea 4:17; Kis 14:6; Rom 11:32) Ia mengarahkan (Yoh 13:27; Kel 19:4-6). Apa yang dapat kita bisa renungkani? Kita yakin dan percaya bahwa Allah mengontrol setiap peristiwa bencana, kecelakaan dan penderitaan yang terjadi atas hidup orang percaya, karena itu percayalah pencobaan yang dizinkan tidak melebihi kekuatan kita (1Korintus 10:13).

Allah juga berjanji mendatangkan kebaikan dari semua peristiwa yang dialami oleh semua orang percaya. Oleh karena itu Allah berjanji untuk mendampingi dan memberi kekuatan dalam menghadapi setiap peristiwa bencana, kecelakaan dan penderitaan. Ingatlah Yesus Kristus Tuhan kita Ikut menanggung penderitaan kita sehingga kita harus memiliki sikap yang benar dalam menyingkapi peristiwa bencana, kecelakaan dan penderitaan yaitu tetap bersandar dan percaya kepada kasih dan kebaikan-Nya. Kita harus takluk kepada kedaulatan-Nya yang mutlak. Dan yang terakhir kita harus mengucap syukur kepada-Nya dalam segala situasi apapun yang terjadi dalam kehidupan kita. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here