Tradisi Merawale, Angkat Rumah di Minahasa Mulai Punah

METROklik Manado – Tak bisa dipungkiri tradisi Merawale atau gotong-royong untuk memindahkan rumah di Minahasa mulai punah.

Ini juga mulai terkikis karena perkembangan zaman, yakni masyarakat di Minahasa umumnya sudah memiliki rumah permanen dan semi permanen, sehingga tidak bisa lagi diangkat. Sedangkan yang dimaksud dengan tradisi Merawale itu, adalah rumah yang terbuat dari kayu atau dinding bambu sehingga mudah diangkat untuk dipindahkan.

Tradisi Merawale ini dilakukan oleh orang sekampung, baik pemuda, orangtua, bahkan juga perempuan. Di daerah Minahasa Selatan, biasanya dilakukannya di hari Minggu subuh, sebelum masyarakat beribadah di gereja.

Untuk menjalankan tradisi Merawale ada juga pemimpinnya, yakni seseorang yang dituakan guna mengkomandoi para masyarakat yang bergotong royong memindahkan rumah. Ini dimaksudkan agar gerakan masyarakat menjadi seirama, tidak ada yang ke kiri atau ke kanan diwaktu bersamaan.

Merawale menggambarkan simbol kepolosan dan kebersamaan masyarakat Minahasa, dimana semua orang yang terlibat didalammnya tidak ada yang dibayar, hanya mendapatkan sajian kopi, teh, rokok hingga kue cucur dan nasi jaha. (Gaudentius)

(Visited 129 times, 1 visits today)
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan