Ini Mata Pencaharian Orang Minahasa Kuno

METROklik – Mata pencaharian orang Minahasa kuno, yang juga sering disebut Malesung, selalu berubah seiring perkembangan jaman.

Dulu, leluhur bernama Makalawang diketahui biasa menangkap Anoa (anoa depressicomis) menggunakan jaring. Sementara leluhur bernama Talumangkun biasa menangkap ikan di sungai menggunakan alat yang disebut igi atau roreng. Hingga kini, igi masih digunakan sebagian masyarakat Minahasa.

Berburu di hutan menjadi mata pencaharian utama orang Malesung ketika bertani belum dikenal. Sejumlah satwa di hutan yang berdaging menjadi sasaran buruan, seperti  sapi hutan, babi hutan, babi rusa, penyu, ayam hutan, burung dan telur maleo, itik liar, dan sejumlah hewan eksotis seperti ular besar, biawak, kelelawar hingga monyet. Hingga kini, di jaman now, sebagian besar hewan itu masih diburu dan disantap oleh orang Minahasa.

Sementara untuk sayur, orang Minahasa kuno mengumpulkan hasil hutan seperti  daun pakis, koles, daun pangi, daun leilem, batang pisang hingga ganemo dan ubi talas.

Menurut budayawan Yessy Wenas, hewan liar yang sengaja dipelihara dan dijadikan hewan ternak adalah babi hutan (sus celebensis) dan ular patola kecil. Biasanya ular patola kecil dimasukkan ke dalam batang pohon wanga (areca nibong) yang telah dilobangi hingga ular itu cukup besar untuk dimakan. (*)

Disadur dari tulisan Fary Oroh

(Visited 326 times, 1 visits today)
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan