๐—•๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐—ฌ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€ ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ต๐—ถ๐—ฟ ๐Ÿฎ๐Ÿฑ ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ?

0
628

Catatan : Farry Oroh

APAKAH Yesus Kristus itu benar-benar lahir tanggal 25 Desember? Ini pertanyaan yang sudah ada di benak banyak orang Kristen selama bertahun-tahun. Pertanyaan ini kerap dijawab dengan keragu-raguan, karena di Alkitab sendiri, terutama kitab Injil yang menceritakan kelahiran Bayi Yesus, tidak memaparkan dengan jelas tentang kapan persisnya Natal Yesus itu.

Belakangan, ada teori yang mengatakan bahwa perayaan Natal 25 Desember itu sebenarnya mengadopsi perayaan agama kafir, terutama tentang penyembahan matahari.

Benarkan Natal Yesus itu mengadopsi hari raya agama kafir? Jawabannya adalah tidak. Kenapa tidak? Karena perayaan Natal sudah dilakukan sejak awal, jauh sebelum penyembahan matahari ditetapkan di Roma.

๐——๐—ผ๐—ธ๐˜‚๐—บ๐—ฒ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต

Menurut Bambang Noorsena, perayaan Natal pertama kali ditetapkan di Alexandria tahun 189 Masehi, pada masa Patriarch Demetrius, pemimpin gereja Koptik Ortodoks. Dalam dokumen Coptic Didascalia Apostolorum pasal 18, Demetrius mengatakan, โ€œwahai saudara-saudara, tetapkanlah pada perayaan kita, yaitu kelahiran Junjungan kita Yesus Kristus pada tanggal dua puluh sembilan bulan Mesir keempat atau bulan Kiyah, atau tanggal 25 bulan Ibrani kesembilan.โ€ Bulan Ibrani yang kesembilan adalah bulan Kislew, yang sama dengan bulan Desember menurut penanggalan modern.

Hipolitus dari Roma, dalam tafsiran pada kitab Daniel tahun 204 menulis, โ€œKedatangan pertama dari Tuhan kita dalam daging adalah ketika Dia lahir di Betlehem, yakni delapan hari sebelum Kalends (atau hari pertama) di Januari, atau hari keempat waktu Agustus berumur 42 tahun.โ€ Delapan hari sebelum 1 Januari adalah 25 Desember. Hipolitus adalah murid Irenius, Irenius merupakan murid Polycarpus dan Polycarpus adalah murid rasul Yohanes.

Ada juga Sectus Julius Africanus di tahun 230 yang menulis, โ€œYesus dilahirkan 8 hari sebelum Januari.โ€

๐—–๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—น๐—ธ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐—ฏ

Petunjuk tentang kapan Yesus lahir itu sebenarnya ada di Alkitab. Petunjuknya agak samar memang, namun ada.

Petunjuk itu ada pada Injil Lukas. Dalam Lukas pasal 1 diceritakan tentang Zakharia, imam dari golongan Abia dari suku Lewi, yang mendapat tugas keimaman untuk membakar ukupan di Bait Suci. Zakharia kemudian menjadi bisu setelah bertemu malaikat Tuhan, Gabriel, yang mengabarkan kalau Elisabet, istri Zakharia akan mengandung di usia senja.

Lukas mengatakan, Zakaria termasuk dalam rombongan Abia. Menurut 1 Tawarikh 24, ada 24 kelompok imam yang melayani Bait Allah berdasarkan nama 24 cucu Harun, Imam Besar saudara Musa. Kelompok pertama adalah Yoyarib, disusul Yedaya, Harim dan seterusnya. Abia merupakan kelompok kedelapan. Ke-24 kelompok ini secara bergiliran melayani Bait Allah. Penelitian sejarah mengungkap kalau Zakaria dari kelompok Abia, melayani Bait Allah pada bulan Tisyri, yakni sekitar 22 September hingga 8 Oktober menurut kalender modern.

Enam bulan setelah peristiwa yang membuat Zakharia menjadi bisu itu, menurut Lukas 1:26, malaikat Gabriel menemui Maria di Nazaret untuk mengabarkan kalau Maria akan mengandung. Pada Lukas 1:36, Gabriel menceritakan kalau kerabat Maria yakni Elisabet juga sudah mengandung dan saat itu kandungannya sudah memasuki bulan keenam.

Menurut kalender Yahudi, enam bulan sesudah Tisyri itu adalah bulan Nisan, atau bulan Maret menurut kalender modern. Jika Gabriel menemui Maria bulan Maret, dan Maria kemudian mengandung oleh Roh Kudus, maka sembilan bulan kemudian, ketika saatnya melahirkan itu jatuh pada bulan Desember.

Jadi, petunjuk bahwa Yesus lahir bulan Desember secara tersirat ada di injil Lukas. Petunjuk itu ada pada momen ketika Zakharia menjadi bisu ketika hendak membakar ukupan, dan informasi tentang โ€œenam bulan sesudahnyaโ€.

Injil Lukas dua kali menulis secara spesifik tentang enam bulan itu, yang merupakan indikasi bahwa hal itu merupakan petunjuk yang penting.

๐—•๐˜‚๐—ธ๐˜๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต

Menurut Noorsena, bukti bahwa Zakaria membakar ukupan pada bulan Tisyri bisa ditelusuri melalui catatan sejarah Yahudi. Ada tulisan Flavius Josephus, ahli sejarah Yahudi abad pertama yang mencatat di tahun 90 Masehi, kalau Bait Allah di Yerusalem, mulai dihancurkan Romawi tahun 70 Masehi, tepatnya pada tanggal 9 bulan Ab (atau 5 Agustus). Ketika Bait Allah dihancurkan, yang bertugas membakar ukupan di Bait Allah adalah rombongan pertama, yakni Yoyarib.

Hal senada terungkap dalam catatan Yahudi, Megillot Taanit, bagian dari Talmud yang ditulis sekitar tahun 160 Masehi. Dalam Megillot Taanit 429 A, tertulis, โ€œhancurnya Bait Allah pertama kali itu, tepatnya pada saat jelang senja, tanggal 9 bulan Ab, waktu itu yang membakar ukupan rombongan Yoyarib.โ€

Artinya pada 5 Agustus tahun 70, yang membakar ukupan adalah rombongan pertama, rombongan Yoyarib. Tinggal dihitung mundur ke belakang. Minggu keempat Juli, yang membakar ukuran rombongan ke-24, yakni Maazya. Minggu ketiga Juli, rombongan ke-23, Delaya. Minggu kedua Juli rombongan ke-22, Gamul dan seterusnya akan didapat bahwa pada bulan Tisyri, merupakan giliran rombongan kedelapan, Abia yang diwakili Zakaria.

Enam bulan setelah bulan Tisyri (September) adalah bulan Nisan (Maret), dan sembilan bulan sesudahnya adalah bulan Kislew (Desember).

Jadi memang tak ada keraguan bahwa Yesus kristus memang lahir 25 Desember, yang peringatannya dirayakan di seluruh dunia. Jadi Natal Kristus itu bukan mengadopsi perayaan kafir, karena peringatan Natal telah berlalu jauh sebelum perayaan kafir itu dikenal.

IMG-20240617-WA0052

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here