METROklik – Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, memperluas jejaring internasional melalui forum investasi.
“Dalam North Sulawesi Investment Forum 2025, para pengembang proyek dipertemukan langsung dengan perwakilan sejumlah negara, termasuk Filipina, Australia, dan Nigeria untuk menjajaki peluang kerja sama investasi,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Joko Supratikto, dalam kegiatan Capacity Building RIRU, Rabu (17/6/2026).
Joko menjelaskan, melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyempurnaan proyek investasi, serta perluasan jaringan investor global, pemerintah berharap realisasi investasi Sulawesi Utara dapat meningkat dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Diketahui, Pemprov Sulut menargetkan investasi pada sektor strategis seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan industri, proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pemilik proyek.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Sulut dan Bank Indonesia terus mengembangkan RIRU untuk menghasilkan proyek investasi yang siap ditawarkan kepada calon investor atau investment project ready to offer (IPRO). Setiap proyek yang dipromosikan diwajibkan memenuhi prinsip clean and clear serta melalui proses kurasi yang ketat.
Upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan North Sulawesi Investment Challenge 2025 yang menghasilkan sejumlah proyek unggulan. Proyek-proyek tersebut mendapatkan pendampingan mulai dari penyempurnaan rancangan, peningkatan kapasitas tim pengembang, hingga penjajakan kerja sama dengan investor dan lembaga pembiayaan.
Beberapa proyek yang saat ini didorong antara lain pengembangan kawasan industri perikanan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, pelabuhan perikanan di Kabupaten Kepulauan Talaud, layanan hemodialisis, serta proyek angkutan umum massal Buy The Service (BTS) Manado.
Menurut Joko, proyek BTS Manado menjadi salah satu proyek yang menunjukkan perkembangan paling signifikan. Pengembang proyek telah melakukan studi ke Transjakarta dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mempelajari tata kelola transportasi publik modern, termasuk penjajakan kerja sama dengan penyedia armada berbasis kendaraan listrik.
Selain pendampingan teknis, empat proyek unggulan tersebut juga telah difasilitasi melakukan konsultasi dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri guna memperkuat struktur proyek serta membuka peluang pembiayaan. (hep)









