BI Sulut dan TNI AL Bawa Misi Rupiah Berdaulat hingga Perbatasan Negeri

0
213

METROklik – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) bersama TNI Angkatan Laut (AL) kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) dengan menyasar wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di Sulawesi Utara.

Dalam misi kali ini, tim akan mengunjungi sejumlah pulau terluar yang berada jauh dari pusat pemerintahan, yakni Pulau Salibabu, Makalehi, Karatung, Kabaruang, hingga Miangas. Perjalanan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 23 Juni hingga 29 Juni 2026.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa ERB merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam menjaga kedaulatan Rupiah sebagai simbol negara.

“Ekspedisi ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, kualitasnya tetap terjaga, serta distribusinya merata di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap Joko.

Menurutnya, kegiatan kas keliling dan ERB telah menjadi agenda berkelanjutan BI bersama TNI AL. Sejak tahun 2012, program tersebut telah menjangkau ratusan pulau di wilayah 3T Indonesia.

“Sejak 2012 sudah melaksanakan 150 kegiatan kas keliling atau ERB yang bekerja sama dengan TNI AL. Bahkan sudah menjangkau 766 pulau 3T di seluruh nusantara,” jelasnya.

Untuk menjalankan misi tersebut, BI menggunakan kapal perang KRI Selar 879 milik TNI AL. Kapal tersebut membawa uang Rupiah layak edar senilai Rp5,5 miliar yang akan didistribusikan kepada masyarakat di pulau-pulau tujuan.

Sebanyak 15 personel tim ERB dari BI Sulut dan sejumlah daerah lainnya ikut dalam perjalanan ini, didukung oleh prajurit TNI AL yang memiliki peran penting dalam kelancaran ekspedisi.

Dalam pelaksanaannya, tim membawa tiga misi utama, yakni mendistribusikan uang Rupiah layak edar termasuk uang emisi baru, menarik uang yang sudah tidak layak edar, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah).

“Program ini bukan hanya soal uang, tetapi juga bagaimana menjaga kelancaran transaksi ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat rasa nasionalisme, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah perbatasan,” jelas Joko.

Perjalanan KRI Selar 879 menuju pulau-pulau terluar menjadi simbol bahwa negara hadir hingga pelosok negeri. Masyarakat yang selama ini berada jauh dari pusat kota tetap mendapatkan pelayanan dan akses terhadap Rupiah sebagai alat transaksi resmi negara.

“KRI Selar 879 membawa pesan kehadiran negara di wilayah 3T, melindungi dan melayani masyarakat. Setiap langkah mereka adalah bentuk pengabdian,” pungkas Joko.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat bukan hanya perjalanan laut dari satu pulau ke pulau lainnya. Lebih dari itu, ekspedisi ini menjadi jembatan yang menghubungkan negara dengan masyarakatnya, sekaligus menegaskan bahwa Rupiah tetap berdaulat hingga batas terluar Indonesia. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here