METROklik – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara terus mendorong penguatan kolaborasi antara korporasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu langkah strategis meningkatkan kapasitas dan produktivitas pelaku usaha.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan kolaborasi tersebut tidak hanya membuka peluang pasar bagi UMKM, tetapi juga dapat memperluas akses pelaku usaha terhadap pembiayaan.
Menurut Joko, salah satu strategi yang dikembangkan BI adalah Gerakan Korporasi Gandeng UMKM, yang mempertemukan UMKM dengan korporasi melalui kemitraan, rantai pasok, akses pasar, jaringan, teknologi, pengalaman, serta standar usaha.
Keterhubungan dengan korporasi diharapkan menjadi pengungkit bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperbaiki kualitas dan produktivitas usaha.
Di sisi lain, kemitraan yang semakin kuat juga membuka peluang bagi UMKM memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas. Dengan memiliki jaringan pasar dan hubungan usaha yang lebih jelas, UMKM diharapkan semakin siap mengembangkan skala bisnisnya.
“UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi berorientasi ekspor,” ujar Joko, sebagaimana rilis resmi BI Sulut, tertanggal 21 Agustus 2026.
BI menilai penguatan ekosistem tersebut penting agar UMKM tidak hanya bergantung pada penjualan secara langsung kepada konsumen, tetapi mampu masuk dalam rantai pasok dan membangun hubungan bisnis berkelanjutan dengan korporasi.
Implementasi strategi itu salah satunya dilakukan melalui fasilitasi business matching, yang mempertemukan UMKM dengan calon mitra usaha maupun lembaga pembiayaan.
Dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, fasilitasi business matching omzet dan ekspor tercatat mencapai Rp446,9 miliar, sedangkan business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, mencapai Rp212,8 miliar.
Di Sulawesi Utara, BI juga terus memperluas fasilitasi UMKM melalui berbagai kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar dan sumber pembiayaan.
Joko menegaskan, penguatan kemitraan antara UMKM dan korporasi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang lebih kuat.
Dengan kapasitas yang meningkat, produktivitas yang lebih baik, serta akses pasar dan pembiayaan yang semakin terbuka, UMKM diharapkan mampu naik kelas dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang semakin produktif. (hep)









