Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut Purwanto
METROklik – Tekanan inflasi masih menjadi perhatian di Sulawesi Utara. Pada Agustus 2026, inflasi Sulut tercatat 0,29 persen secara bulanan (month to month/mtm).
Sementara itu, secara kumulatif sejak awal tahun hingga Agustus 2026, inflasi Sulawesi Utara telah mencapai 3,68 persen (year to date/ytd).
Data tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Purwanto, dalam kegiatan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) Tahap II cabai rawit merah di Manado.
Menurut Purwanto, perkembangan inflasi tersebut masih membutuhkan perhatian, terutama karena tekanan harga pangan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan inflasi daerah.
Salah satu komoditas yang memberikan tekanan cukup besar adalah cabai rawit merah atau rica. Pada Agustus 2026, komoditas tersebut memberikan andil 0,33 persen terhadap inflasi secara bulanan.
“Kondisi harga rica juga masih menjadi perhatian pada September. Berdasarkan pemantauan harga dalam tiga pekan terakhir, rata-rata harga cabai rawit merah di empat daerah IHK Sulut tercatat berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP),” ujar Purwanto.
Di Manado, harga tercatat 102 persen di atas HAP, Kotamobagu 123 persen, Minahasa Utara 118 persen, dan Minahasa Selatan mencapai 155 persen di atas HAP.
Situasi tersebut mendorong TPID Sulut kembali melakukan intervensi melalui FDP Tahap II dengan mendatangkan 2,5 ton cabai rawit merah dari Probolinggo, Jawa Timur.
Pasokan kemudian didistribusikan ke lima pasar di empat daerah IHK, yakni Pasar Bersehati dan Pasar Pinasungkulan Manado, Pasar Airmadidi Minahasa Utara, Pasar Amurang Minahasa Selatan, serta Pasar 23 Maret Kotamobagu.
“Intervensi tersebut ditujukan untuk memperkuat pasokan dan membantu menjaga harga cabai rawit merah di tingkat konsumen, dengan target maksimal Rp57.000 per kilogram sesuai HAP,” ungkap Purwanto.
Dia menambahkan, di tengah tekanan harga tersebut, TPID Sulut juga menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang melalui penguatan produksi lokal, perbaikan kalender tanam serta peningkatan ketahanan pangan daerah. (hep)









