Misteri Watu Tumotowa di Minahasa

METROklik – Sejumlah Desa di Minahasa banyak terdapat Watu (batu) Tumotowa. Konon batu ini dipercaya memiliki kekuatan gaib untuk menjaga keamanan kampung.

Watu Tumotowa, yaitu batu tegak yang dipakai untuk menandai pembangunan sebuah desa atau wilayah dari sekumpulan anggota masyarakat atau komunitas di suatu daerah di Minahasa.

Watu ini oleh masyarakat Minahasa tempo dulu, merawat dan menjaganya dengan baik. Maka di lokasi watu tersebut sering diberikan sesajen makanan. Ataupun hewan seperti ayam. Biasanya juga di watu tersebut sering dihamburkan darah ayam.

Dahulu kala di Watu Tumotowa sering juga dilakukan upacara adat seperti meminta hujan, untuk menyuburkan tanaman di kebun.

Namun begitu, Watu Tumotowa hanya berupa benda mati, kebanyakan berukuran kecil yaitu : tinggi 20 – 50 cm, diameter 15 – 30 cm. Namun, ada pula yang cukup besar yaitu ditemukan di Desa Lelema, yang berukuran tinggi sekitar 200 cm dan lebar antara 20 -40 cm.

Di Minahasa ada sekitar 61 Watu Tumotowa yang ditemukan. Diantaranya di Desa Kiawa, Tincep, Leilem, Motoling, Kumelembual, Mopolo, Megalithuan Lama, Wakan, Raanan lama, Lompad, dan Makasili. Watu Tumotowa juga ditemukan di Desa Lelema, Popontolen, Sulu, Paslaten, Popareng, Tangkuney, Rumoong Bawah, Pondang, Pondos, dan Tewasen. Juga di Desa Radey, Tenga, dan Pakuweru. Selain itu di Desa Liwutung, Poniki, Tinoor dan Kayawu, serta di Tondano. Di Kota Manado juga dengan sebutan situs batu Sumanti di Tikala Ares.

Tapi sayangnya, banyak masyarakat Minahasa di era sekarang telah menghancurkan Watu Tumotowa karena dianggap sebagai tempat penyembahan berhala. (dari berbagai sumber)

Editor : Gaudentius

(Visited 147 times, 1 visits today)
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan