Desa Kali Genap 568 Tahun, Warga Diajak Rawat Persatuan dan Warisan Budaya

0
14

METROklik – Desa Kali, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-568 dengan mengusung semangat kebersamaan, pelestarian adat dan budaya, serta persatuan masyarakat.

Perayaan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Ketua BPMJ GMIM Moria Kali, Pdt. Marlyn Langkun Taniowas, S.Th. Dalam ibadah tersebut, doa bersama secara berantai disampaikan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Doa dipimpin Pastor Paroki Santo Antonius Depadua Kali, Ketua Jemaat GMIM Otniel Kali Selatan, dan Ketua BPMJ Moria Kali.

Suasana perayaan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Warga Desa Kali dan Desa Kali Selatan, yang memiliki hubungan sebagai kampung bersaudara, larut dalam jamuan kasih atau makan bersama.

Hukum Tua Desa Kali Jaksen Parengkuan mengatakan, kebersamaan antara Desa Kali dan Kali Selatan terus dirawat melalui berbagai kegiatan bersama.

“Desa Kali dan Kali Selatan adalah kampung bersaudara. Saya bersama dengan Kumtua Kali Selatan sejak dilantik beberapa waktu lalu sudah merancang bersama agenda perayaan ini untuk terus merawat kebersamaan masyarakat yang sudah terjalin selama bertahun-tahun,” kata Jaksen.

Puncak seremoni ditandai dengan pemasangan lilin angka 568 oleh Camat Pineleng, Danramil, Kapolsek, serta Hukum Tua Desa Kali dan Kali Selatan Altin Pungus.

Bupati Minahasa Robby Dondokambey, melalui Camat Pineleng Jonly Wua, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-568 tidak boleh hanya menjadi seremoni tahunan.

Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang sejarah, menggali kembali jati diri dan warisan leluhur, sekaligus menatap masa depan dengan semangat baru.

“Desa Kali dinilai memiliki kekayaan yang besar, terutama dalam bidang adat dan budaya,” katanya.

Ia mengatakan, kekayaan adat dan budaya tersebut merupakan modal penting yang perlu terus dikembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas Desa Kali.

Pemerintah juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kerukunan. Perbedaan pendapat dalam kehidupan bermasyarakat diharapkan tidak menjadi pemicu perpecahan, tetapi justru menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan, inovasi, dan pembangunan yang lebih baik.

Masyarakat bersama pemerintah desa juga didorong untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki Desa Kali sebagai warisan leluhur yang harus dirawat dan diteruskan kepada generasi mendatang.

“Jangan pernah merasa kecil karena berasal dari desa. Dari desa pun kita dapat terus berinovasi dan memberikan kontribusi bagi pembangunan,” menjadi pesan dalam perayaan tersebut.

Nuansa budaya semakin terasa dengan penampilan musik tradisional alorka dan kolintang. Di penghujung acara seremoni, para tamu disuguhkan tarian Maengket tradisional Imbasan.

Dalam kesempatan itu, pemerintah turut mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca panas yang disertai angin. Warga diminta tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan guna mengantisipasi potensi kebakaran.

Peringatan HUT ke-568 Desa Kali pun menjadi momentum memperkuat hubungan antarwarga sekaligus menjaga warisan sejarah dan budaya, dengan harapan desa tersebut semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera. (hep/*)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here