METROklik – Aktivitas dunia usaha di Sulawesi Utara diprakirakan semakin bergairah pada triwulan III 2026. Bank Indonesia menangkap sinyal perbaikan ekonomi daerah melalui hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto mengungkapkan, saldo bersih tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada triwulan III 2026 diprakirakan mencapai 46,49 persen.
“Angka tersebut menunjukkan adanya optimisme pelaku usaha terhadap perkembangan kegiatan ekonomi pada periode Juli–September 2026,” ujar Joko dalam Bincang Ekonomi bertajuk Outlook Ekonomi dan Prospek Usaha Sulawesi Utara, Rabu (16/9/2026) di Manado.
Peningkatan aktivitas usaha tersebut diperkirakan tidak berdiri sendiri. Sejumlah faktor menjadi pendorong, mulai dari berlanjutnya musim panen, aktivitas perikanan, terjaganya permintaan masyarakat, hingga peningkatan aktivitas pertambangan seiring dengan penurunan curah hujan.
“Ekspektasi kegiatan usaha diprakirakan menguat pada triwulan III 2026,” demikian gambaran dalam paparan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian Sulawesi Utara.
Penguatan ekspektasi dunia usaha menjadi salah satu sinyal positif bagi perekonomian Sulawesi Utara.
Hal ini sejalan dengan sejumlah indikator ekonomi lainnya yang menunjukkan aktivitas masyarakat dan dunia usaha masih bergerak.
Sebelumnya, ekonomi Sulut pada triwulan II 2026 tercatat tumbuh 5,42 persen secara tahunan (yoy).
Di sektor perdagangan eceran, Indeks Penjualan Riil (IPR) Kota Manado pada Juli 2026 juga mencapai 191,3, dengan pertumbuhan 6,1 persen secara bulanan dan 24,7 persen secara tahunan.
Bagi BI, perkembangan tersebut memperlihatkan adanya ruang bagi pertumbuhan ekonomi Sulut untuk terus diperkuat.
Namun, momentum tersebut tetap perlu dibarengi dengan peningkatan produktivitas, efisiensi usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan agar penguatan aktivitas dunia usaha dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian daerah. (hep)









