METROklik – Aktivitas perdagangan eceran di Kota Manado menunjukkan penguatan signifikan sepanjang Juli 2026. Bank Indonesia mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) mencapai 191,3, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto mengatakan, dalam Bincang Ekonomi bertajuk Outlook Ekonomi dan Prospek Usaha Sulawesi Utara, Rabu (16/9/2026) di Manado, perkembangan tersebut menjadi salah satu sinyal bahwa konsumsi masyarakat masih menjadi penopang aktivitas ekonomi Sulawesi Utara.
Secara bulanan, IPR Manado pada Juli 2026 tumbuh 6,1 persen (mtm). Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pertumbuhannya bahkan mencapai 24,7 persen (yoy).
“Penjualan eceran tetap kuat,” demikian gambaran Bank Indonesia dalam hasil Survei Penjualan Eceran (SPE).
Kinerja Juli tersebut melanjutkan tren positif penjualan eceran sepanjang 2026. Dalam catatan BI, IPR Manado berada pada level 155,7 pada Januari, kemudian meningkat menjadi 165,1 pada Februari dan 191,3 pada Juli.
Penguatan penjualan eceran menjadi indikasi terjaganya permintaan masyarakat. Kondisi ini sekaligus memberikan sinyal positif terhadap pergerakan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
Selain mencatat penguatan penjualan, survei BI juga menunjukkan ekspektasi tekanan harga ke depan cenderung mereda.
Indeks Ekspektasi Harga (IEH) untuk tiga bulan mendatang atau September 2026 diprakirakan berada pada level 145,8. Sementara untuk enam bulan mendatang atau Desember 2026, indeks diprakirakan mencapai 179,2.
Menurut BI, perkembangan tersebut menjadi bagian penting dalam membaca arah konsumsi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Joko mengatakan, data hasil survei tidak hanya menggambarkan kondisi ekonomi saat ini, tetapi juga menjadi bahan untuk membaca prospek perekonomian ke depan.
Dengan penjualan eceran yang tetap kuat, dunia usaha yang diprakirakan meningkat, serta aktivitas ekonomi yang terus bergerak, peluang pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara masih terbuka, meski pengendalian inflasi tetap menjadi perhatian. (hep)









