Ini Yang Dilakukan Jika Anak Tertelan Biji-bijian

 

METROklik – Belakangan ini di Manado, menjadi viral di facebook seorang bocah tewas setelah tertelan biji rambutan.

Sebenarnya pencegahan lebih penting, yaitu menghindarkan anak-anak balita dari benda atau makanan yang berpeluang menyumbat saluran nafasnya, namun jika toh masih tersumbat juga maka waktu kita menolongnya hanya 10-15 menit dan setelah itu kemungkinan besar otak sudah mengalami kematian karena tidak tersedia oksigen dalam jangka waktu kritisnya dan jaringannya mati secara luas.

Ciri-ciri anak-anak yang tersumbat saluran nafasnya antara lain: Tiba-tiba terdiam, mukanya terlihat panik dan seperti tercekik, suara nafas mengi atau berisik seperti mendengkur, bibirnya bisa biru, batuk-batuk yang kurang kuat, bisa-bisa kehilangan kesadaran.

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan benda asing yang menyumbat saluran napas:

1. Back blow, memukul-mukul punggung si anak, supaya tekanan dada meninggi dan menekan benda asing supaya keluar.

2. Chest trust, menekan dada kuat ke arah kepala. Tujuannya biar tekanan yang meninggi di dada mampu melemparkan benda asing keluar dari saluran nafas.

3. Abdominal trust, ini dilakukan untuk anak-anak lebih tua. Caranya kedua tangan dilipat di depan penderita, lalu ditekan kuat-kuat.

Lalu bagaimana kalau ke 3 cara tadi gagal?

Apa boleh buatlah,  kita harus membuat lubang darurat di tenggorokan penderita supaya melalui lubang itu udara dapat masuk. Bila tidak memiliki benda-benda yang biasa dilakukan untuk trakeostomi (membuat lobang di tenggorokan), maka carilah benda-benda lain yang ada lubang di tengahnya.

Lubang dibuat di tulang rawan tenggorokan ( trachea) yang agak bawah, pokoknya lebih bawah dari lokasi sumbatannya.

Kalau di rumah sakit, biasanya ditusukkan dahulu iv-line ukuran besar, lalu disalurkan oksigen ke iv-line itu, namun kalau di rumah, mungkin pena yang bisa dibuang isinya dengan bentuk tabung, bisa dipertimbangkan.

Berusaha mencungkil biji/makanan yang terlihat dari mulut harus hati-hati karena kalau tidak terjangkau malah jari kita bisa mendorong benda yang menyumbat itu tambah dalam ke tenggorokan.

Sumber : Kompasiana

(Visited 41 times, 1 visits today)
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan